Adat Jambi – Lamaran, Pakaian, dan Hantaran

Setelah nanya2 sama om gugle, sedikit sekali detail tentang tata cara adat pernikahan secara adat Jambi. Ada satu blog yang cukup detail menggambarkan bagaimana pernikahan secara adat jambi, bahkan beberapa detail adatnya akan saya kutip dari sana
Dari sekian banyak tahapan adat, baru sebagian kecil yang gw lalui. Pada umumnya, tahapan pernikahan adat jambi mirip dengan adat adat melayu pada umumnya. Karena mereka masih serumpun.. Akan tetapi, di jambi pun, adat yg berlaku tidak semuanya sama. Om mertua, lahir dan gede di Tanjung Pasir, sebrang kota jambi. Kenapa dibilang sebrang? karena memang lokasinya berada di seberang pusat kota jambi, yang dibatasi oleh sungai Batanghari. Ada beberapa pakem adat yang berbeda dgn orang dari wilayah Sekernan, misalnya. Beberapa tata cara adat yang akan gw tuliskan dibawah ini, hanyalah berdasarkan pengetahuan pribadi atau pernah gw jalani. Jadi, sangat mungkin, akan berbeda dgn pakem adat Jambi yang sebenarnya.

Lamaran
Lamaran ini di Jambi, disebut sebagai anter tando. Sebelum diadakan acara lamaran, biasanya akan ada utusan dari pihak laki laki, yg akan bertanya, ataupun bersilahturahmi ke keluarga wanita. Utusan ini akan mencari tau, apakah wanita nya sudah ada yg melamar. Setelah itu, baru akan dilakukan prosesi lamaran.
Lamaran ini biasanya dihadiri tuo tengganai dari kedua belah pihak keluarga. Pada saat lamaran, keluarga laki laki akan membawa syarat adat, diantaranya:

  • Cincin pengikat. Cincin ini hanya untuk dipakai wanita, bukan satu pasang. Karena, tukar cincin baru akan dilakukan saat akad nikah nanti.
  • Pakaian sepelulusan. Berupa bahan kebaya untuk akad, dan kain bawahan, bisa berupa batik atau songket. Terkadang juga dilengkapi selop dan dompet.
  • Sirih Pinang. Berupa perlengkapan untuk makan sirih, berupa daun sirih, kapur sirih, tembakau, serta pinang, yang diletakkan di tempat sirih khusus.

Prosesi lamaran biasanya berupa seloko seloko (seperti berbalas pantun) antar wakil keluarga terlebih dahulu, yang kira2 isinya adalah menanyakan maksud dan tujuan keluarga laki laki bertamu ke keluarga wanita. Setelah itu, prosesi lamaran itu sendiri, berupa pemasangan cincin ke calon pengantin wanitanya. Kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama. Setelah selesai makan, maka dilakukan perundingan keluarga inti, dimana membicarakan tentang kelanjutan lamaran tadi, berupa, pembicaraan tanggal, adat dll.
Pembicaraan yang dilakukan antara lain:

  • Tanggal pernikahan. Apakah upacara pernikahan akan dilaksanakan sepanen jagung (3 bulan) sepanen padi (6 bulan) atau yang lain
  • Adat yang digunakan. Apakah menggunakan pure adat jambi, atau ada campurannya.
  • Seserahan. Apa saja hantaran yang akan diberikan keluarga laki laki.
  • Uang adat. Uang adat disini ada 2, yaitu uang adat, dan uang selemak semanis. Klo uang adat, biasanya kecil, berkisar 50-100 ribu saja, nah, uang

selemak semanis ini yang cukup besar, disesuaikan dgn kemampuan keluarga laki laki. Uang selemak semanis ini, merupakan urunan atau membantu belanja untuk acara resepsi pernikahan nanti.

Pakaian Adat
Secara gambar, pakaian adat jambi itu seperti ini (taken from gugel)

kalau sudah dipakai, akan menjadi seperti ini

secara overall, mirip ya sama pakaian adat palembang… Nanti pengen deh pake kepalanya tetep kepala jambi, tapi pake kebaya.. :D

Hantaran
Secara adat jambi, hanterannya unik lohhhh. Dan ada beberapa barang yang harus serba 2..
Beberapa Hantaran dlm Adat Jambi:

  • Isi kamar, berupa tempat tidur, lemari, meja rias, kasur, bed cover, sampai gorden untuk kamar penganten
  • Peralatan make-up
  • Bahan pakaian/kebaya atasan dan bawahan (2 pasang)
  • Sepatu/ selop (2 pasang)
  • Tas (2 pcs)
  • Baju tidur (2 pasang)
  • Underwear (2 set)
  • Kain panjang (2 lembar) katanya sih kalo dulu dijadiin kain basahan klo mandi di sungai (iya, dipinggir sungai batanghari, bareng buaya, ehehehhe)
  • Peralatan Mandi berupa sabun, sampo dll, di beberapa daerah malah ada yg bawa gayung, ember yang dipitain…
  • Perlengkapan Ibadah
  • Bumbu dapur berupa cabe, merica, bawang, tomat, garem, beras, telur, dll, bahkan ada yg ngasih KERBAU (idup, digeret2 masuk acara, dipitain lagi dan nyengir khas kebo…). Merupakan perlambang keluarga laki laki, turut serta membantu “logistik” acara resepsi.
  • Uang Selemak Semanis

Kurang lebih begitulah yang akan gw persiapkan untuk syarat adat ntar… yiuk deh, mulai hunting….
Emangnya tanggalnya udah pasti????
Belom sih, tapi kemungkinan besar pas liburan anak sekolah… Sesuai rikues keluarga yg punya anak yg masih sekolah.. (keluarga yang mana ya…??)

About these ads
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Adat Jambi – Lamaran, Pakaian, dan Hantaran

  1. Rhiea says:

    hemmmm,,,dag dig dug tu pasti,,,,samaaa niy,,,,,tapi aku mau dilamar,,,,ahahahaha,,,,besar dan tinggal di jkt jauh dari org tua di palembang,,,,skrg baru repot,,,,adat palembang tu gimana,,,,soalnya yang ngelamar org kalimantan,,,,hem,,,mau nangis bahagia,,,rasanya

  2. hana ahmed says:

    jambi tu mank unik…

  3. Sugianto says:

    Cukup mendetail dan bagus…

  4. tuti says:

    Krna sm2 org jambi..
    Mw blg luar biasa ya bwt kbdayaan indonesia.
    Btw kpn mrd ny?
    Undg2 ya!!
    ​اِ نْ شَآ ءَ اللّه sy d bln april 2012 ini..
    So dtg ya k jmbi..

    • Tih says:

      Hai mbak tuti… :)
      saya nikahnya bulan mei…
      Ini sih udah sebulan sekali pulang kejambi buat persiapan2 dll.. :D
      mudah2an lancar yaaa…

  5. hamidah says:

    kalau yang lelakinya kena ikut adat pakai baju melayu warna hijau pucuk pisang itu dari
    mana asal keturunannya?.

    • Tih says:

      Kak hamidah, maaf, saya kurang mengerti maksudnya apa.
      Kalau foto wanita yang pakai kebaya warna hijau muda itu, asalnya menggunakan hiasan kepala dari daerah sumatera selatan.. :)

  6. liez says:

    aduh, saia kapan ya nyusul mbak2 ini :)
    doain ya mbak secepatnya bisa pake adat ini :)

  7. rosdiyanto says:

    mau tanya ne apakah antaran boleh hanya satu tdk sepasang

    • Tih says:

      ummm, hantaran yang mana ya? Kalau secara full adat sih sebenarnya banyak yang masih miss.. cuma memang yang inti2 seperti kain dll, sebaiknya 2 pasang. Tapi sekarang kan sudah lebih fleksible yah, harusnya ga terlalu masalah. Tapi, tergantung dari keluarga besar. klo memang masih keluarga yang kental dengan adat, ya bakalan saklek.. :)

  8. Niecha_cahyanie says:

    hmm..kl d lamar ma rang jambi asx banget neh.seserahan@ bnyk hehee

  9. lly says:

    kalau lokasinya jauh bagemana ya,,
    misalnya cowoknya jambi ceweknya jawa…
    sesederhananya gimana ya…
    bantuin dunk……
    tanks

  10. farma says:

    terimakasih info nya mbak pemilik blog>>> kebetulan saya orang jambi>> dan mau nikah>>infonya sangat berguna

  11. farma says:

    bagi pihak laki2 jangan takut itu barang2nya kan untuk di pakai kita juga>>

  12. hellboy says:

    mbak sloko ny mana kok gk ditampilkan,,padahal itu sangat penting,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s